Ahad, 6 September 2009

Umpama Menggengam Bara Api...

Umpama Menggengam Bara Api...

Assalaamualaikum wtb...

Hadith Rasulullah saw diatas diterima dari sanad Anas Bin Malik r.a dan diriwayatkan sampai kepada kita oleh Imam At-Tirmizi.

Sesungguhnya hadith ini membawa 'khabar - berita' dan juga 'irsyad - petunjuk' kepada kita semua sebagai ummat Baginda saw.

Saudara-saudaraku;

Rasulullah saw mengkhabarkan bahawa pada akhir zaman kebaikan dan sebab sebab kepada kebaikan akan menjadi sedikit, sedangkan keburukan dan sebab-sebab kepada keburukan akan menjadi banyak.

Ketika dalam keadaan seperti itu, seorang yang berpegang teguh dengan agamanya menjadi sangat sedikit. Keterasingan ini berada pada situasi yang sulit dan sangat berat, seperti seseorang yang menggenggam bara api; disebabkan kuatnya orang-orang yang menyimpang dan banyaknya fitnah yang menyesatkan seperti fitnah-fitnah syubhah, keraguan dan penyimpangan serta fitnah-fitnah syahwat, disamping berpalingnya makhluk kepada urusan dunia dan sibuk dengan material, lemahnya iman, sulitnya istiqomah dalam beramal, serta sedikit pula orang yang menolong dan membantu saudara-saudaranya seagama.

Akan tetapi orang yang berpegang teguh dengan agamanya, dengan sikap pendirian yang kukuh akan tetap mampu menolak segala bentuk penyimpangan dan rintangan yang datang silih berganti. Bahkan, orang-orang yang memiliki bashiroh (matahati - ilmu) dan keyakinan, orang yang memiliki iman yang kuat; mereka merupakan sebaik-baik makhluk dan memiliki derajat serta kedudukan yang tinggi di sisi Allah.

Saudara-saudaraku;

Berkaitan dengan irsyad - petunjuk pula, maka hadith ini merupakan petunjuk kepada kita semua - ummat Islam - agar membiasakan dirinya dengan situasi ini supaya kita mengetahui bahawa hal ini akan benar terjadi. Yakinlah! Bahawa Allah akan tetap menolong hambanya didalam apa jua keadaan, asalkan dia sanggup membantu agama Allah dan marilah kita sedari bahawa sesungguhnya pertolongan itu sesuai dengan tingkat kesabaran.

Saudara-saudaraku;

Betapa miripnya zaman kita ini dengan sifat yang disebutkan oleh Rasulullah saw ini. Sesungguhnya tidaklah tersisa Islam ini kecuali hanya tinggal namanya saja, tidak pula al-Qur’an kecuali tinggal tulisannya saja; iman yang lemah dan hati-hati yang terpecah-belah.

Pemerintahan-pemerintahan Islam yang terpisah-pisah. Permusuhan dan kebencian yang menjauhkan antara sesama Muslimin; musuh-musuh yang lahir dan yang batin, mereka beramal secara sembunyi-sembunyi - walhal dalam masa yang sama meninggalkan jamaah.

Malahan, ada pula musuh yang terang-terangan berusaha menghancurkan ad-Dien; ilhad (tak percaya wujud tuhan) dan sekulerisme, arus dan gelombangnya yang jelek menghanyutkan orang tua dan orang muda; dan orang-orang yang mengajak kepada budaya yang rosak serta penghancuran atas sisanya yang lain.

Saudara-saudaraku;

Lihatlah saja! Manusia sudah menjadikan perhiasan-perhiasan dunia sebagai tujuan akhir amal mereka dan cita-cita terbesar mereka, yang mana mereka redha dan benci kerana dunia. Wujud propaganda yang jahat untuk memandang remeh terhadap akhirat, dan penerimaan secara menyeluruh terhadap urusan dunia; penghancuran ad-Dien, memandang hina dan memperolok-olok orang yang berpegang pada ad-Dien serta semua hal yang menyebutkan kemuliaan ad-Dien.

Bahkan, mereka berbangga diri, angkuh dan sombong dengan pendekatan-pendekatan yang dibangun di atas ilhad (atheisme) yang pengaruhnya, kejelekkannya dan keburukannya telah disaksikan oleh para hamba Allah.

Saudara-saudaraku;

Melihat kepada realitinya hidup kita di zaman fitan ini, kita sebenarnya telah mendapati kebenaran hadith ini.

Maka, kita sebagai seorang Muslim Mukmin tidaklah pula harus berputus asa dari rahmat dan pertolongan ALLAH SWT. Justeru, janganlah pandangan kita hanya terbatas pada sebab-sebab yang zahir saja, bahkan, hendaklah kita melihat / merenung / muhasabah dalam hati setiap saat kepada ALLAH Al-Kariim Al-Wahhaab yang mewujudkan sebab-akibat berserta hikmah-hikmahnya.

Yakinlah, kelapangan itu berada di hadapan, dan janji ALLAH SWT tidak akan diselisihi-Nya, kerana ALLAH menjanjikan kemudahan setelah kesulitan. Sekali lagi, sesungguhnya kelapangan itu bersama kesulitan.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

INGATLAH olehmu wahai akhi....

ALLAH AR-RAHIIM akan tetap bersama mereka yang Muttaqiin Soobirin, Muhsinin, Mutawakkilin...

"Ya ALLAH.... berilah hambamu ini kekuatan & tuntunlah ia kejalan yang ENGKAU redhai...."

---------------------------------------------------------------------------------------------------

alfaqiir abumiftah
Reaksi:

0 ulasan:

Catat Ulasan

Komentar Anda...

Nota: Hanya ahli blog ini sahaja yang boleh mencatat ulasan.