Ahad, 13 September 2009

PERJANJIAN BARU: YESUS SEBAGAI TUHAN....

PERTENTANGAN SIFAT YESUS SEBAGAI TUHAN ALLAH DI DALAM PERJANJIAN BARU


Berikut adalah sejumlah pertentangan tentang sifat Yesus sebagai Tuhan Allah yang kita boleh temui di dalam New Testament (Kitab Perjanjian Baru) orang Kristian. Pendedahan ini adalah berdasarkan kajian dengan merujuk kepada Alkitab Terjemahan Baru, Terbitan - Lembaga Alkitab Indonesia - Edisi 2000.

Catatan Umum - Penulis menukilkan semula artikel penting ini sebagai tatapan ANDA. Tulisan ini bersumberkan koleksi - Jurnal Kristologi Dan Perbandingan Agama - daripada pelbagai sumber primer yang telah diusahakan penulis pada tahun 2002 semasa menuntut di UKM. Sebagai tambahan referensi, ANDA juga boleh merujuk link-link kajian Al-Kitab yang penulis telah sediakan di bawah link 'KRISTOLOGI' pada blog JURNAL i ABU MIFTAH ini.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertentangan 1

[a] Matius, fasal 3 ayat 17: "Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: 'Inilah Anak-anak Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

[b] Matius, fasal 5 ayat 9: "Berbahagialah orang yang membawa damai, kerana mereka akan disebut anak-anak Allah."

Ulasan - Ayat di atas bertentangan kerana yang disebut anak Allah tidak hanya Yesus, tetapi termasuk juga semua orang yang mendamaikan manusia.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertentangan 2

[a] Yohanes, fasal 14 ayat 9-10: "Barangsiapa melihat Aku, ia telah melihat Bapa." Disebutkan pada ayat seterusnya - "tidak percayakah engkau, bahwa aku ini di dalam Bapa, dan Bapa pun di dalam Aku? Segala perkataan yang Aku ini katakan kepadamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal dalam Aku. Ia mengadakan segala perbuatan itu."

[b] Yohanes, fasal 17 ayat 23: "Aku di dalam mereka itu, dan Engkau di dalam Aku; supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan."

Ulasan - Kata "mereka" di ayat 23 adalah sahabat Yesus (Hawariyyun). Sedangkan yang dimaksudkan 'dengan aku' ialah Yesus. Jadi frasa 'Aku bersama mereka' ertinya Yesus berserta sahabat-sahabatnya. Jadi Tuhan itu berserta Yesus dan para sahabatnya.

Kalau umat Kristian percaya hal kesatuan Yesus dengan Bapa, maka umat Kristian pun harus percaya hal kesatuan Bapa itu dengan semua sahabat Yesus yang berjumlah 12 orang.

Jadi bukan Yesus dan Roh Suci saja yang menjadi satu dengan Tuhan, melainkan harus ditambah 12 orang lagi. Ini namanya persatuan Tuhan atau Tuhan persatuan, dan bukan hanya Tri-Tunggal, tetapi 15-Tunggal. Oleh itu, mana yang benar? Tiga menjadi Tunggal atau 15 menjadi Tunggal?

------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertentangan 3

(Tuhan Esa)

[a] Yohanes, fasal 17 ayat 3: "Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa, dan Yesus Kristus yang Engkau suruhkan itu."

[b] Ulangan, fasal 4 ayat 35: "Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi."

[c] Markus, fasal 12 ayat 29: "Maka jawab Yesus kepadanya. Hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa."

[d] Ulangan, fasal 6 ayat 4: "Dengarlah, hai orang Israil: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa!"

Ulasan - Ayat-ayat diatas menyebutkan Tuhan adalah Esa dan menyebut Yesus adalah pesuruh Allah (Utusan/Rasul), bukan Tuhan. Sedangkan, di satu ayat menyebutkan Tuhan dengan Yesus menjadi satu, di ayat yang lain 15 menjadi satu. Mana yang benar?

Menurut pengakuan umat Kristian sendiri, suatu Kitab Suci yang kandungan ayat-ayatnya bertentangan antara satu dengan lainnya tentu sulit dipercayai kesuciannya, kerana yang disebut suci itu bersih dari kekeliruan dan perselisihan.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertentangan 4

[a] Yohanes, fasal 10 ayat 30: "Aku dan Bapa itu satu adanya."

[b] Matius, fasal 27 ayat 46: "Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring, katanya: 'Eli, Eli, lama sabaktani', artinya: 'Ya Tuhan, Ya Tuhan, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku."

Ulasan - Berdasarkan seruan Yesus di ayat Matius 27:46 diatas, jelas bahawa Yesus tidak bersatu dengan Tuhan, yakni Tuhan meninggalkan Yesus. Mestinya, kalaulah Tuhan menjadi satu dengan Yesus, di saat itulah masa yang tepat untuk menolong Yesus. Tetapi, kenyataannya Tuhan tidak bersatu dengan Yesus sehingga Yesus sendiri perlu meminta tolong. Bolehkah dikatakan dengan sebutan "Tuhan Yesus" kalau menolong dirinya sendiri sahaja tidak mampu?

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertentangan 5

[a] Umat Kristian menyembah Yesus sebagai Tuhan.

[b] Andainya Yesus dikatakan bersatu dengan Tuhan, maka, sepatutnya tindakan-tindakan dan perbuatannya mestilah menyerupai perbuatan Tuhan. Akan tetapi, kenyataannya adalah tidak demikian: Tuhan tidak tidur, tetapi Yesus tidur. Tuhan tidak sakit, tetapi Yesus sakit. Tuhan tidak makan, tetapi Yesus makan. Bahkan, Tuhan tidak menyembah sesiapa pun kerana Ia Tuhan, tetapI Yesus menyembah Tuhan. Tuhan tidak mati, tetapi Yesus mati!

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertentangan 6

[a] Umat Kristian menganggap salah satu asbab yang menyebabkan Yesus bersatu dengan Tuhan adalah kerana baginda mengetahui perkara yang ghaib.

[b] Markus, fasal 13 ayat 31-32: "Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap, tetapi perkataanku kekal. Tetapi akan harinya atau ketika itu tidak diketahui oleh seorang pun, baik segala malaikat yang di sorga pun tidak, anak itu pun tidak, hanya Bapa saja."

Ulasan - Jelas, bahawa dalam Alkitab sendiri tertulis yang Yesus sendiri mengaku tidak ada yang tahu bila berlakunya Hari Kiamat, melainkan hanya Tuhan sendiri.

Tegasnya, Yesus sendiri tidak mengetahui waktu berlakunya Hari Kiamat, yang mana ini termasuk salah satu perkara ghaib. Yang tidak tahu itu pasti bukan Tuhan, kerana Tuhan Maha Mengetahui.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Pertentangan 7

[a] Galatia, fasal 2 ayat 20: ".... namun aku hidup, bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan dirinya untuk aku."

[b] Yohanes, fasal 4 ayat 10: "Tiadakah engkau percaya bahwa aku ini di dalam Bapa, dan Bapa pun di dalam aku? Segala perkataan yang Aku ini katakan kepadamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal di dalam Aku. Ia mengadakan segala perbuatan itu."

Ulasan - Jika Yesus dikatakan Tuhan Anak kerana kenyataannya bahawa 'aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku', maka, bagaimana pula dengan Paulus, yang menyatakan bahawa Yesus di dalam dia dan dia di dalam Anak Allah (Yesus)?

Paulus mengaku bahawa dirinya bukan lagi Paulus tetapi sudah menjadi jelmaan Yesus/Mesias. (Bandingkan pernyataan Paulus - "Kristus hidup di dalam aku, aku di dalam Anak Allah" dengan pernyataan Yesus - "Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku").

Adakah Paulus itu Tuhan Cucu? Kalau begitulah kenyataannya, maka bererti sekarang sudah bertambah lagi satu Tuhan....

==============================================================

Renungan Muslim:

"Berkata 'Isa: 'Sesungguhnya aku ini hamba ALLAH, Dia memberiku Al-Kitaab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana sahaja aku berada. Dia memerintahkan kepadaku mendirikan solat dan menunaikan zakat selama aku hidup." (Surah Maryam: 30-31)

"Dan (ingatlah) ketika ALLAH berfirman: 'Hai 'Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: 'Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain ALLAH?'. 'Isa menjawab: 'Maha Suci Engkau (Ya ALLAH), tidaklah patut bagiku mengatakan sesuatu yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku katakan demikian, maka tentu Engkau mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku dan aku tiada mengetahui apa yang ada pada diri (Zat) Engkau. Sesungguhnya, Engkau Maha Mengetahui segala perkara yang ghaib." (Surah Al-Maaidah: 116)

"Aku ['Isa Al-Masih] tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintah kepadaku, iaitu: Sembahlah ALLAH, Tuhanku dan Tuhanmu dan aku menjadi saksi atas mereka, selama aku hidup bersama mereka. Tatkala Engkau mewafatkanku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau menjadi saksi atas tiap-tiap sesuatu." (Surah Al-Maaidah: 117)

==============================================================

- UMMAT ISLAM SAYANG, KASIH DAN BERIMAN KEPADA 'ISA @ ESAU @ YESUS - TIDAK LEBIH SEBAGAI SEORANG NABI DAN RASUL SEPERTI NABI-NABI A.S YANG LAIN -

==============================================================

"Rodiina Billahi Robbaa - Wa bil islaami deena - Wa bi Muhammadin nabiyyaw warosuulaa"

==============================================================


alfaqiir abu miftah /
23-Ramadhan-1430

Reaksi:

0 ulasan:

Catat Ulasan

Komentar Anda...

Nota: Hanya ahli blog ini sahaja yang boleh mencatat ulasan.