Sabtu, 15 Ogos 2009

Natijah Iman...

Natijah Iman & Taqwa Melalui Isra' Mikraj

Alhamdulillah, puji syukur kita tautkan kehadrat ALLAH yang Maha Segalanya...

Solawat serta salam juga kita iringkan kepada Junjungan Baginda Muhammad s.a.w yang telah menggiring hati dan fikiran kita kepada Rabb yang Hak; seterusnya kepada ahli keluarga baginda yang mulia, para sohabat, muslimin muslimat yang teguh berpegang dengan deenul haq hingga ke titisan darah terakhir.

Amma ba'du;

Sesungguhnya Peristiwa Isra/Mi'raj yang telah dirakam ALLAH kenyataannya di dalam Al-Quran membawa banyak hikmah dan pengajaran kepada seluruh ummat manusia. Seharusnya peristiwa agung ini tidak hanya diceritakan semula umpama ceritareka yang kadangkala dijadikan gelak tawa. Melaluinya Anda semua seharusnya tahu betapa ALLAH telah mengagungkan Nabi Muhammad s.a.w dengan izinNya dihadapan para Anbiya dan Murslin dengan mengimami mereka di dalam solat.

Rasulullah s.a.w jugalah satu-satunya makhluk yang diizinkan ALLAH SWT untuk sampai ke Sidratul Muntaha; sekaligus mengisyaratkan kemuliaan baginda Nabi s.a.w. Justeru, masihkah Anda ragu-ragu dengan kemuliaan, syariat, manhaj Rasulullah s.aw itu?

Sesungguhnya hanya mereka yang buta mata hati, yang sengaja memekakkan telinganya, dan menggerutu degil dengan taklid buta kepada kepercayaan-kepercayaan palsu sahaja yang tidak akan melihat dan merasai kebenarannya.

Saudara-saudara;

Melalui peristiwa besar yang banyak merajut keyakinan manusia inilah Rasulullah s.a.w menerima pensyariatan IBADAH SOLAT yang akhirnya difardhukan kepada kita semua. Peripentingnya ibadah ini sehingga diwahikan tanpa wasilah malaikat Jibril tentunya memiliki hikmah dan keagungan tersendiri.

Rupa-rupanya saudara ku semua;

Ibadah solat inilah tonggak dan tiang utama dalam kehidupan seluruh ummat manusia. Ibadah inilah yang membezakan tingkat kedudukan setiap insan disisi ALLAH. Ibadah inilah komunikasi kita dengan-Nya. Melalui ibadah inilah semua insan yang memiliki aqal fikir meluaskan prospek kehidupan mereka dibawah naunganNya. Dengan ibadah inilah juga kita mampu mengerti makna KEHIDUPAN yang sebenar.

Insan mukmin muttaqin menjadi ahli disiplin kerananya. Mereka menyusun tatacara hidup pun dengannya jua. Malah banyak lagi 'buah manisnya' yang kita boleh nikmati dalam kehidupan ini.

Saudara;

Iman dan taqwa pun terbentuk kukuh dengannya. IMAN @ keyakinan tidak cukup diertikan dengan hanya mendidikan / mentarbiyyah akal fikir dengan ilmu akidah yang ritual semata-mata. Untuk merasai manisnya iman itu wajib disertakan dengan manifestasi mutlaq secara terus kepadaNYA.

Dan, amalan inilah (solat inilah) penghubung langsung kita denganNYA.Ketahuilah! Iman itu asal muasalnya diumpamakan sebagai tubuh yang polos, bersih (tanpa lapis pakaian / telanjang), maka, pakaiannya adalah taqwa, manakala buah manisnya adalah rasa malu (rasa malu / rasa rendah diri / tahu diri / insaf diri kepada AL-KHAALIQ dll).... inilah buahnya! [ catatan: maksud dan taraf dari hadith ini masih perlu digali lagi ]

Jelasnya iman dan taqwa itu adalah seiring dan sejalan, tidak boleh sama sekali berpisah dan dipisahkan. Iman itu perlu dipelihara dengan taqwa agar bisa menghasilkan buah/natijah yang terbaik.Wamaiy yattaqillah .... ertinya ialah sesiapa yang bertaqwa/ yang memelihara imannya / memelihara keyakinannya / yang taat & patuh / yang takut dan gerun dengan siksaanNYA / yang menjaga dan memelihara segala kewajipannya ( suruhan & larangan ALLAH ) ---> itulah AL-TAQWA itu. Itulah yang dinamakan WIQAAYAH.

Saudara;

Marilah kita membina kemantapan iman & taqwa melalui ibadah SOLAT dengan tulus ikhlas dan dengan ilmu yang tepat / sohih. Hubungkanlah tubuh, akal dan jiwa kita kepada ALLAH dengan Solat yang sesungguhnya.

Marilah kita mantapkan hubungan kita dengan ALLAH Tabaaraka wataala! Hubungilah IA dengan tadorru awwa khufyah pada nomborNYA yang tak pernah putus dan tergendala, melainkan bagi mereka enggan, lalai dan tak tahu malu (sila akses nombor 24434+7 dan pastikan anda berwudhu terlebih dahulu serta berbicaralah dengan sesunguhnya / penuh keinsafan).

Namun begitu, nombor ini adalah untuk talian wajib dan umum. Maka untuk lebih afdhal dan makbul akseslah pula nombor 222+3@1. Kenapa? Sebab talian murah. Bila? Pada waktu tengah malam. Kenapa tengah malam? Cepat sambung / talian tidak sibuk. Orang kan tengah tiduuur... wa minal laili fatahajjad bihi naafilatan...

Saudara;

"Iman itu bukan angan-angan, bukanlah pula sebagai semata-mata hiasan. Akan tetapi iman itu ialah apa yang mantap/kebal didalam hati dan dibuktikan / dibenarkan dengan amal perbuatan" [al-hadith]

**** Tegakkanlah Agama dalam dirimu dan uruslah dunia dengan kekuatannya ******

Iqaamatiddin wa siyasatuddunnya bihi *

Jumaat, 14 Ogos 2009

SIRI KRISTOLOGI #2

TUHAN SEMESTA (M/S 13-16)

Islam mengajarkan, manusia sebelum lahir telah diperkenalkan tentang Allah, Tuhan Pencipta; dan pada waktu itu manusia yang baru 'bersifat roh' itu sudah meng-iya-kan keberadaan Allah. Setiap diri bersaksi kepada-Nya, Allah-lah Sang Pencipta.

Namun sejak manusia lahir ke dunia, pengakuan dan pengetahuan itu sudah banyak yang lupa; bahkan di antara manusia ada yang sama sekali tidak mengetahui keberadaan Allah. Dasar manusia memang mudah lupa, kita cenderung jadi pelupa budi.

Dapatkah manusia mengenal Allah?

Tak mungkin manusia dapat mengenal Allah dengan kasat mata (mata kasar). Kalau ada manusia berkata dirinya pernah melihat Tuhan dengan mata kepala, itu adalah dusta! Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur'an surat Al-An'am ayat 103:

Maksudnya : "Dan dapat dicapai oleh penglihatan, sementara Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dia-lah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui..."

Sebenarnya, selain firman Allah, maka keterbentangan alam semesta dengan segala kejadian dan fenomenanya, menggiring manusia mampu mengenal Tuhan, Penciptanya. Karena alam dengan pelbagai pertumbuhan yang ada padanya adalah juga firman Allah yang tanpa huruf, tetapi bersuara dan membisikkan.

Itulah sebabnya Rasul Saw bersabda:

Tafakkaru fi khalkihi wala tatafakkaru fillah fatahliku

Maksudnya : "Renungkanlah oleh kamu tentang segala ciptaan Allah, dan janganlah kamu memikirkan tentang Zat Allah, nanti kamu akan celaka."[1]

Jangankan manusia biasa, Rasulullah sendiri semasa hidupnya tidak pernah melihat Tuhan secara kasat mata (mata kasar).

Adapun kepercayaan dalam kristiani, tertulis Allah itu Roh, dan manusia harus menyembah Allah pun secara roh pula. H.A. Oppusunggu dalam buku menulis:

"Tak seorang pun yang pernah melihat Allah". (Yahya 1: 18).[2]

Allah berkata kepada Musa: "Engkau tidak tahan memandang wajahKu, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat Hidup". (Keluaran 33:20)

Kemudian Ia berkata : "Aku akan menarik tanganKu dan engkau akan melihat belakangKu, tetapi wajahKu tiada akan kelihatan". (Keluaran 33:32).

Selain dalil-dalil diatas tentang Allah tidak bisa dilihat karena tak seorang pun yang mampu menatap wajah Allah, tetapi bagian lain dari Allah dapat dilihat, yakni pada bahagian belakang-Nya. Bahkan Allah Roh Kudus dapat dilihat seperti burung terbang (Kitab Kejadian 1:1-2). "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, roh Allah melayang-layang di atas air".

Data lain tertera dalam Injil Matius 3:16-17, yaitu:
"Sesudah dibaptis Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah melayang seperti burung merpati turun ke atasNya, lalu terdengarlah suara dari syurga yang mengatakan, "Inilah Anak yang Ku-kasihi, kepadaNya-lah aku berkenan".

Pernahkah manusia melihat Tuhan Allah?

Tidak! Nabi Muhammad pun tidak pernah menyatakan, dia pernah melihat Tuhan, Allah, tetapi mengenal-Nya adalah benar, dan semua Muslim mengenal-Nya.

Sebagai ilustrasi, bersama ini penulis lengkapkan dengan pengalaman Syekh Abdul Qadir Jailany. Diceritakan, suatu malam menjelang sahur, dalam asyiknya beliau beribadah kepada Allah, tiba-tiba muncul cahaya yang indah tak terkatakan menerangi di sekitarnya. Bersamaan dengan cahaya itu terdengar suara merdu berkata: "Wahai Abdul Qadir Jailany, Aku adalah Allah-mu yang selama ini telah menilai kesungguhan ibadahmu kepada-Ku - yang penuh ikhlas, khusyu' dan terkalahkan oleh hamba-hamba-Ku yang lain. Nah, dengarlah olehmu wahai Abdul Qadir Jailany bahwa semenjak ini Aku halalkan bagimu wanita yang selama ini Aku haramkan kepada hamba-hambaKu yang lain...."

Seketika melihat dan mendengar suara pengakuan, cahaya dan suara di hadapannya adalah cahaya dan suara Tuhan yang mengaku Allah, Abdul Qadir Jailany pun serta-merta membentak suara itu: "Hai setan iblis keparat, enyahlah engkau dari sini. Berhentilah engkau menggodaku, wahai setan terkutuk isi neraka...."

Mendengar perlawanan dari Syekh Abdul Qadir Jailany yang menggelegar itu, suara itu pun bertanya, "Wahai Abdul Qadir Jailany, dari mana engkau tahu, aku adalah setan, bukan Allah?".

Syekh Abdul Qadir Jailany pun menjelaskan: "Allah yang sebenar pasti tidak akan menghalalkan sesuatu yang sudah ia haramkan kepada hamba-Nya yang lain. Dia tidak akan memberikan sesuatu yang berbeda di antara sesama manusia, hamba-hambaNya".

Dengan tertawa terkekeh dan kecewa seketika itu juga cahaya dan suara itu undur dari pandangan dan pendengaran Syekh yang terkenal zuhud itu.[3]

Orang Islam sering menyebutkan: Allah itu Esa Zat-Nya, Esa sifat-sifat-Nya dan Esa af'al-Nya. Apa maksudnya?

Esa Zat-Nya yang dimaksudkan, bukanlah zat seperti tertera dalam ilmu kimia, tetapi yang dimaksudkan adalah hakikat Allah itu Tunggal. Keadaan dan keberadaan-Nya tidak akan pernah mampu disamakan dan atau tertandingi, apalagi setara dengan Peribadi-Nya. Kata 'zat' itu sendiri tidak menunjuk kepada zat seperti zatnya alam benda yang ada pada ciptaan-Nya.[4]

Sama halnya bila kita berkata dalam do'a dengan menyebut 'Engkau' Ya Tuhan. Kata 'Engkau' tersebut bukanlah berarti menunjukkan kata ganti 'orang kedua' seperti halnya penunjukan orang kedua untuk sesama makhluk; manusia atau alam. Peminjaman kata 'Engkau' dalam hal ini adalah bentukan 'kata pengertian orang kedua' yang lain daripada yang lain; dalam konteks memudahkan pengertian.

Sedangkan Esa sifat dan Af'al-Nya Allah artinya sifat-sifat yang dimiliki dan hasil segala ciptaan Allah tak akan pernah mampu dimiliki para makhluk secara sempurna, pasti ada kelemahan dan kekurangannya. Apa yang dikreasi oleh makhluk selalu memiliki keterbatasan, sebagaimana halnya fitrah makhluk itu sendiri yang terbatas oleh ruang dan waktu, firman Allah surat Al-Hadid ayat 3:


Maksudnya: "Dia-lah Yang Pertama dan Yang Terakhir, Yang Tampak (Zhahir) dan Yang Dalam (Bathin), Dia Maha Mengetahui segalanya..".

Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan manusia tak diberi kecukupan ilmu pengetahuan melainkan amat sedikit, sekadar saja. Subhanallah.

--------------------------------
[1] Rujukan dalam Al-Qur'an: Al-Baqarah 163, 255; Ali Imraan 2, 6, 18, 62; Al-A'raf 59, 65, 73, 85, 158; At-Taubah 31, 129 dan Surat Al-Ikhlas. Dan dalil-dalil Al-Qur'an tentang Tauhid tak kurang dari 1500-2000 buah; disamping hadits-hadits muttawatir dan hadits-hadits Ahad yang masyhur lainnya.

[2] Injil Yahya 10:30 : "Aku dan Bapa itu satu adanya".

[3] Penulis kutip dari tulisan K.H Saifudin Zuhri, tetapi penulis lupa judul bukunya.

[4] Kata zat itu di sini hanyalah kata pinjaman untuk memudahkan pemahaman cara kita berfikir, sebab kalau tidak demikian kita tak bisa membicarakan-Nya.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

* Dipetik daripada buku 'JANGAN BERKEBUN DI LADANG ORANG' [Muka Surat 13-16] tanpa sebarang perubahan dan tambahan.

Tentang Buku :

Tajuk : JANGAN BERKEBUN DI LADANG ORANG - Seri Kristologi VI
Pengarang : Drs H. Abujamin Roham
Penerbit : MEDIA DA'WAH - Jakarta
Cetakan : 1423H / 2003M



-------------------------------------------------------------------------------------------------
al-faqiir- abu miftah

Eropah Masih Mengabaikan....

Meski Populasi Muslim Meningkat, Eropah Masih Mengabaikannya

Jumlah kaum Muslim di Eropah diperkirakan terus meningkat sampai tahun 2050. Namun kenyataan ini diabaikan Barat dan Eropah.


Hidayatullah.com [13 Ogos 2009]--Akhbar Daily Telegraph cetakan London edisi kemarin (Ahad, 9/8) menulis, hi
ngga tahun 2050 nanti diperkirakan jumlah warga muslim akan mencapai 20 peratus daripada jumlah keseluruhan populasi penduduk Eropah.

Sebagaimana dinyatakan akhbar terbitan Inggeris itu, kini peratus peningkatan jumlah penduduk muslim di Eropah adalah sekitar 5 peratus. Jika lonjakan pertambahan penduduk Muslim terus berjalan seperti keadaan saat ini, maka pada 2050 jumlah itu akan meningkat
menjadi 20 peratus.

Selama tiga dekad terakhir, populasi warga Muslim di Eropah meningkat dua kali ganda. Hal itu diperkirakan bakal terulang kembali pada tahun 2015 nanti.


Lebih lanjut akhbar cetakan London itu menulis, "perubahan populasi itu disebabkan kerana terus berlanjutnya migrasi penduduk dari negara-negara Islam dan menurunnya angka kelahiran di kalangan penduduk non-muslim yang disertai dengan tingginya angka kelahiran masyarakat muslim."
Selain itu faktor lain, seperti buruknya keadaan sosial dan keluarga di Barat dan lunturnya kehidupan beragama di kalangan penduduk Eropah, merupakan penyebab lain yang mendorong masyarakat Barat untuk memeluk agama Islam.

Ironinya, kendati populasi penduduk Muslim dan pusat-pusat kebudayaan dan organisasi Islam di Eropah makin meningkat, namun negara-negara di Eropa belum bersedia menerima hal itu sebagai kenyataan dan menolak memberikan identiti tersendiri bagi komuniti Muslim.

Di sebagian besar negara-negara Eropah, Islam belum diakui secara rasmi sebagaimana agama-agama lain, seperti Kristian atau Yahudi. Selain itu, masyarakat Muslim pun kerap mendapat perlakukan diskriminatif dan dibatasi dalam aktiviti ekonomi dan sosialnya.

Hasil penelitian menunjukkan, aksi diskriminasi terhadap warga Muslim paling sering terjadi di lingkungan kerja.
Perlakuan tidak adil terhadap mereka juga terlihat sangat ketara di lingkungan pendidikan, lapangan kerja, pajak, hukum, keamanan dan imigrasi, serta hak-hak sivil, seperti memperoleh kemudahan sosial dan layanan kesihatan.

Sementara itu, kalangan media dan para politisi konservatif dan radikal di Eropah juga turut banyak membantu pemerintah negara-negara Barat menebarkan sikap anti-Islam pasca tragedi 11 September 2001. Penerbitan karikatur yang menghina Nabi Muhammad, pembuatan film yang menistakan ajaran Islam, dan penulisan pelbagai buku untuk menentang jilbab, merupakan sejumlah kes atau isu yang membuat fenomena anti-Islam di Eropah tampak jelas.

Padahal selama ini masyarakat muslim di Eropa dikenal sebagai komuniti yang senantiasa menyuarakan perdamaian dan kasih sayang. Lewat kerukunan hidup beragama dengan umat lain, mereka juga turut berperanan besar dalam memajukan negaranya.

[Adaptasi dari Sumber Asal- www.hidayatullah.com]

Khamis, 13 Ogos 2009

Anak : Amanah Allah SWT

--------------------------
KULTUM SUBUH
--------------------------
Assalaamualaikum wtb...

Saudaraku;

Adalah menjadi kewajiban bagi kita semua, untuk sentiasa mendidik diri menjadi insan yang taqwa dan kasih kepada Allah SWT, demi mencapai gelaran orang yang bertaqwa (muttaqiin) disisi-Nya.

Salah satu caranya untuk mengecapi taqwa itu ialah dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi jua segala larangan-Nya dengan penuh keikhlasan dan tawadhu. Sesungguhnya, hanya mereka yang berjiwa taqwa sahaja yang boleh mendapat berbagai kenikmatan atau anugerah serta keistimewaan dunia dan akhirat.

Saudaraku;

Allah SWT memang sentiasa memberi nikmat kepada manusia seluruhnya, tetapi ramai yang tidak bersyukur. Baik nikmat hidup, Allah SWT juga memberi kita nikmat Iman; nikmat hidayah dan nikmat Islam. Selain itu, nikmat harta benda dan anak-anak juga merupakan antara lain pemberian yang tidak ternilai dan amat bermakna bagi setiap manusia.

Anak-anak dilihat sebagai perhiasan kepada kehidupan khususnya dalam hidup berkeluarga. Anak memancarkan sinar kebahagiaan dan memperkukuhkan lagi ikatan kasih sayang dalam sesebuah keluarga - suami dan isteri. Oleh itu, jangan sekali-kali mempersia-siakan dan meremehkan kewujudan mereka.

Anak merupakan amanah. Kerana itu, ia pasti akan dipersoalkan oleh Allah SWT kelak. Justeru, anak-anak yang lahir bukan sahaja perlukan belaian kasih sayang, tetapi ia juga memerlukan asuhan, santunan dan didikan yang sebaiknya agar kelak menjadi insan yang beriman, berakhlak dan tahu diri.

Saudaraku;

Rasulullah saw telah berpesan:

"Setiap anak yang lahir adalah suci bersih fitrahnya. Maka, ibubapanya-lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi". (H.R - Bukhari & Muslim)

Hadith ini antara lain menegaskan, bahawa ibubapalah yang bertanggungjawab mengasuh dan mendidik anak-anak mereka. Ibubapalah yang bakal mewarnai peribadi anak-anaknya samada putih atau hitam, ataupun menjadikan mereka beriman atau engkar pada Tuhan-nya kelak.

Dalam hadith yang lain, Rasulullah saw mengingatkan kita melalui pesannya:

"Suruhlah anak-anakmu supaya sembahyang (solat) sejak berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka (dengan tanpa mencederakan - dengan niat menyedarkan) kalau masih meninggalkan sembahyang setelah menjejak usia sepuluh tahun; serta asingkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan perempuan sebagai batasan akhlak pergaulan". (H.R - Ahmad)

Saudaraku;

Berpandukan hadith Rasulullah saw ini, adalah jelas; sebagai ibubapa, wajib mereka mendidik dan memperbetulkan anak-anak dalam hal-hal akidah, ibadah, akhlak pergaulan dan tanamkanlah ilmu-ilmu yang bermanfaat agar ia nanti dapat hidup berdikari tanpa mahu bersandar harap pada orang lain termasuk kepada orang tuanya.

Saudaraku;

InsyaAllah, kita berharap mudah-mudahan anak yang dididik dan diasuh dengan cara yang baik, benar dan sempurna pasti akan tahu mengenang jasa orang tuanya dan orang-orang yang terdahulu. Pada masa yang sama, anak-anak yang soleh / solehah pasti akan sentiasa mendoakan kesejahteraan orang tuanya yang telah meninggal dunia sekalipun. Ini juga bermakna, anak-anak adalah saham yang cukup bernilai dan besar ertinya bagi setiap ibubapa.

Firman Allah SWT dalam surah Al-Anfaal ayat 28:



"Dan ketahuilah! Bahawa harta benda & anak-anak kamu itu adalah fitnah (ujian / cubaan yang berat) dan sesungguhnya disisi Allah jualah pahala yang besar..."

Wallahu waliyyut taufiq

------------------------------
al-faqiir - abu miftah

Rabu, 12 Ogos 2009

SIRI KRISTOLOGI #1

KETUHANAN [m/s 9-12]

Manusia diciptakan Allah sangat berbeda dibandingkan makhluk lain. Otak dan hati berfungsi; mata dan telinga hidup aktif; lidah manusia mampu berkreasi. Sementara wajah manusia penuh keserasian dan jari-jemari tangan ini mampu menggantikan palu, tang, tali pengikat dan bahkan mereka bersatu dalam perbedaan.

Manusia mampu berbuat pada hari kini bahkan untuk hidup di hari-hari kemudian. Manusia yang sadar akan hal-hal demikian, mereka ingin mengucapkan syukur kepada Penciptannya; Dia-lah Tuhan pemelihara alam semesta. Tetapi, disamping manusia yang bertuhan, ada pula manusia yang ragu-ragu lantaran mereka tidak mengerti. Sebaliknya, di antara manusia itu ada yang tidak mau mengakui keberadaan Tuhan, Pencipta.

Esa atau berbilangkah Tuhan itu? Bagaimana pandangan Islam dan Kristen?

Islam mengajarkan bahwa Allah itu Maha Esa. Ketika manusia itu ragu atau ingin tahu lebih jelas, maka Allah memberitahukan mereka lewat wahyu yang diberikan-Nya pada para Nabi Allah istimewa kepada Nabi Muhammad saw, surat Al-Ikhlas ayat 1-4:

Maksudnya : "Katakanlah, Dia-lah Allah yang Esa. Allah tempat segalanya bergantung (berhajat). Dia tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak seorang pun yang menyamai-Nya".

Dalil (nash) lain dapat dilihat dalam surah Al-Baqarah 103 dan 163; An-Nisa 171; Al-Maidah 73; Al-Anbiya 108; Ibrahim 48 dan 52; An-Nahl 22; Al-Kahfi 110, Al-Hajj 34; As-Shaffat 4; Shaad 65, Az-Zumar 4; At-Taubah 31.

Adapun dasar Ketuhanan Maha Esa dalam Yahudi dan Nasrani dapat ditemukan dalam Kitab Ulangan (salah satu dari Kitab Taurat yang kelima) 6 dan 4 yang berbunyi : "Dengarlah hai Israil: Tuhan itu Allah kita. Tuhan itu Esa!" Kitab Ulangan 5:7 berbunyi : "Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku." Kitab Yesaya 44:6 berbunyi:

"Beginilah firman Tuhan, Raja dan Penebus Israil Tuhan Semesta Alam: "Aku-lah yang terdahulu dan Aku-lah yang terkemudian; tiada Allah selain dari-Ku."[1] Dalam Yesaya 45:22 disebutkan: "Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Aku-lah Allah dan tidak ada yang lain."

Lalu, mengenai TRINITAS, bagaimana pandangan Islam dan Nasrani tentang konsep itu?

Kalau dalam Islam atau pandangan Muslim, Trinitas itu menyalahi Al-Qur'an dan Kitab Taurat Ulangan, juga berbeda dengan Yesaya di atas. Al-Qur'an sangat jelas menyatakan bahwa Tuhan itu Esa (Satu), seperti juga termaktub dalam Al-Maidah 73:

Maksudnya : "Demi sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Bahawasanya Allah ialah salah satu dari tiga tuhan. Padahal tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Tuhan Yang Maha Esa dan jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, sudah tentu orang-orang yang kafir dari antara mereka akan dikenakan azab seksa yang tidak terperi sakitnya."

Adapun dalam Kristen, umumnya mereka menggunakan dalil Matius 3: 16-17 yang berbunyi, "Setelah Yesus dibaptiskan, naiklah Ia dari dalam air itu dengan segera, maka terbukalah langit, lalu dilihatnya Roh Allah turun seperti burung merpati datang ke atasnya. Maka satu suara dari langit mengatakan: "Inilah Anakku yang Ku-kasihi, kepadanya pun Aku berkenan."[2]


Dalil lain yang dipergunakan, ialah Matius 28:19, "Sebab itu pergilah kamu, jadikanlah sekalian bangsa itu muridku serta membaptiskan dia dengan Nama Bapa, dan Anak dan Rohul Kudus."

Bagaimana kedudukan dalil-dalil Trinitas atau Tritunggal tersebut?

Lewat buku Pertanyaan tentang Iman Kristen Dijawab dari Alkitab, terjemahan M.H. Simanungkalit, terbitan Yayasan Komunikaso Bina Kasih / OMF Jakarta; halaman 22 disebutkan:


Apakah yang kita maksudkan kalau kita mengatakan Allah Tritunggal?
Allah yang benar dan yang satu itu, dalam segala hal Ia satu, dalam sifat-Nya, kehendak-Nya, dan diri-Nya; tetapi dalam Oknum yang berbeda-beda yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus. (Kata Tritunggal, tidak terdapat dalam Alkitab, tetapi walaupun begitu kata ini menyimpulkan seluruh ajaran Alkitab tentang Rahasia Diri Allah. Istilah ini pertama sekali dipakai untuk memelihara kebenaran Diri Allah melawan ajaran palsu pengajar-pengajar sesat).

Namun, dalam buku TRITUNGGAL YANG ESA, terjemahan H.P. Nasution, Th.M. Terbitan yayasan yang sama; halaman 34 berbunyi:

Jadi, walaupun ketiga-Nya adalah "satu Allah" yang itu-itu juga, jelas bahwa ketiganya bukan Oknum yang sama. Kita tidak punya pilihan lain kecuali memegang kedua kebenaran itu walaupun bagi pikiran kita yang terbatas keduanya tidak bisa dihubungkan. Dalam Injil yang sama kita baca bahwa Yesus berkata: "Aku dan Bapa adalah satu" (Yahya 10:30); dan "...Bapa lebih besar daripada Aku." (Yahya 14:28).

Demikian menyangkut perbedaan kesetaraan antara Yesus dan Bapa-Nya. Adapun perbedaan kesetaraan antara Bapa dan Roh Kudus pun disebutkan pada buku tersebut pada halaman yang sama.

"Kita sudah melihat bahwa Roh Kudus adalah suatu peribadi (oknum) khas tersendiri. Tetapi walaupun kita mengakui bahwa Ia adalah Allah yang sepenuhnya, namun dalam Perjanjian Baru Ia tidak pernah dikacaukan dengan Allah Bapa, keduanya selalu disebut secara terpisah dan diperlukan sebagai oknum-oknum terpisah."

Apa pandangan Islam tentang Roh Kudus?

Dalam Islam, Roh Kudus ialah malaikat Jibril. Ia diberi tugas khusus oleh Allah, seperti menghubungi para Nabi Allah Swt. Dan orang-orang tertentu. Perhatikan penjelasan Al-Qur'an surah An-Nahl ayat 102:

Maksudnya: "Katakanlah! (wahai Muhammad) : Roh Kudus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang beriman dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang berserah diri kepada Allah (Muslim)..."

Roh Kudus dapat menghadap Allah Swt. Pada saat diperlukan, sebagai tertera pada surah Al-Ma'aarij ayat 4 berikut ini:

Maksudnya: "Malaikat dan Roh (Jibril) dapat naik menghadap kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun."

Para ahli tafsir (mufassirin) memberi arti kata "roh" pada ayat diatas yaitu dengan makna Malaikat Jibril. Wallahu a'lam.

------------------
[1] Wahyu 22: 13
[2] Kejadian 1: 1-2

-------------------------------------------------------------------------------------------------

* Dipetik daripada buku 'JANGAN BERKEBUN DI LADANG ORANG' [Muka surat 9-12] tanpa sebarang perubahan & tambahan.

Tentang buku :

Tajuk: 'JANGAN BERKEBUN DI LADANG ORANG' - Seri Kristologi VI
Pengarang: Drs. H. Abujamin Roham
Penerbit: MEDIA DA'WAH - Jakarta
Cetakan: 1423H / 2003M



-------------------------------------------------------------------------------------------------

al-faqiir - abu miftah

Selasa, 11 Ogos 2009

"Metodologi Soal-Jawab Mudah Di Sekitar Perbandingan Agama"

SOALAN & JAWAPAN MISIONARY KRISTIAN KEPADA KITA UMAT ISLAM:
Imbang Penuh---------------------------------------------------------------------------
SOALAN 1: Muhammd telah mati tapi Isa..? masih hidup dan dianggkat Allah kelangit dan akan turun diakhir zaman.. Jadi Isa lagi hebat dari nabi kamu kerana Muhammad telah mati sementara Isa masih hidup...

JAWAPAN 1: Nabi Isa masih hidup dan akan diturunkan kebumi bukanlah sebagai seorang Nabi tapi sebagai ummat Muhammad yang ditugaskan Allah untuk membetulkan akidah orang Kristian yang "baginda bukan Tuhan". Ini kerana kaum Nasrani satu-satunya kaum yang mengangkat nabi yang diutuskan Allah sebagai Tuhan..
-------------------------------------------------------------------------------------------------

SOALAN 2: Muhammad ada bapa dan ibu.. tapi Isa ada ibu tiada bapa.. jadi siapa bapa Isa? Maka Allah-lah bapa Isa? Jadi Isa lagi hebat dari nabi kamu (Islam)...

JAWAPAN 2: Orang Kristian amat percaya pada nabi Adam dan kita kata kepada mereka bahawa Adam tiada ibu dan bapa pun.. Jadi Adam lagi hebat dan kenapa tidak jadikan saja Adam Tuhan kamu.. Kejadian Isa adalah mukjizat malah sama kejadiannya dengan Adam A.S..
-------------------------------------------------------------------------------------------------

SOALAN 3: Siapa lagi hebat?..Muhammad disebut dalam Quran hanya 5 kali tapi Isa 25 kali..? padahal Quran diturunkan untuk Muhammad..
JAWAPAN 3: OK.. jawab kepada mereka nabi Musa disebut dalam Quran sebanyak 200 kali dan kenapa kamu tidak jadikan Musa sebagai Tuhan kamu.. satu lagi dalam Bible sendiri menyebut Setan lebih banyak dari Maryam sendiri..kenapa tidak jadikan Setan saja sebagai tuhan kamu kalau isu ini dimainkan... [Harusnya dengan tidak emosi...]
-------------------------------------------------------------------------------------------------

SOALAN 4: Mereka bertanya; siapakah Nabi terakhir, adakah Isa atau Muhammad? ini kerana Isa yang akan turun diakhir zaman dan bukan Muhammad??..

JAWAPAN 4: Dalam isu ini, kalau nak tahu siapa Nabi terakhir bukanlah dari sudut siapa yang lambat turun tapi yang lambat LAHIR.. Jadi Muhammad yang lambat (terkemudian) lahir berbanding Isa.. sebagai logik seorng bapa mempunyai 4 anak dan anak pertama, kedua dan terakhir telah mati. Adakah gelaran anak sulung dan bungsu yang telah mati tadi akan diberikan kepada anak ketiga yang masih hidup? Ia masih tetap anak ketiga dan anak terakhir tetap bungsu dalam keluarga tersebut.
--------------------------------------------------------------------------------------------------

SOALAN 5: Dalam Quran juga diajar tentang Trinitas iaitu 3 tuhan dalam 1.. Bila Allah menggunakan perkataan Kami @ "nahnu" yang menunjukkan banyak @ plurality. Jadi betullah Allah ini banyak?....

JAWAPAN 5: Dalam bahasa Inggeris dan bahasa Arab "Kami" ini ada 2 maksud, iaitu menunjukkan banyak @ jamak (kuantiti) dan menunjukkan keagungan atau kebesaran. Ratu Elizabeth sendiri bertitah dan menamakan dirinya sebagai WE @ kami bukan ME kerana ia menujukkan kebesarnya sebagai Ratu.. Begitulah juga Allah yang menyatakan Maha Besar dan AgungNya.. sebab itu kaum Quraisy Mekah tidak timbulkan isu ini kerana mereka orang arab dan tahu penggunaan Kami @ nahnu...
-------------------------------------------------------------------------------------------------

PERSOALAN UNTUK KRISTIAN DAN YAHUDI: Mengapa dalam kitab lama atau Old Testament dan kitab baru atau New Testament tidak menyebut didalamnya agama kristian atau yahudi. Sedangkan kamu mahu mempromosikan agama kamu? Secara logiknya, seorang penjual barangan tidak akan berjaya jika menjual barangan yang tidak bernama.. "encik mahu beli barang ini?... tanpa nama".. TETAPI ISLAM dalam kitabnya iaitu Quran menyebut berbilang kali tentang Islam.. seperti "encik mahu beli selipar" ada nama sekian dan sekian.. orang makin jelas tentang barang yang hendak dijual... [Sumber: Seorang yahudi yang masuk Islam...]
-------------------------------------------------------------------------------------------------

SOALAN 6 : Kenapa kamu sembah berhala yakni KAABAH...?

JAWAPAN 6 : Kami bukan menyembah Kaabah, tapi Allah. Kaabah hanya sebagai center point bagi seluruh umat Islam didunia ini bagi menghadap Allah. Islam mengajar umatnya bersatu-padu dan jika tiada Kaabah saya pasti ummat Islam yang berjuta saling berbalah akan arah yg sepatutya.."sorang ke timur sorang pula ke barat". Dan jika Kaabah adalah berhala adakah wajar dan boleh dinaiki dan dipijak? Kami sebagai orang Islam boleh menaiki Kaabah dan sentiasa memijaknya ketika sembahyang iaitu sejadah yang kami sering gunakan.. dan jika Kaabah itu boleh dialih ke Jepun atau China sekalipun kami masih menghadap Mekah kerana ia adalah kiblat kami bukan Kaabah.
-------------------------------------------------------------------------------------------------

SOALAN 7: Adakah Muhammad Sex Maniac @ gila seks dengan berkahwin sampai 12 isteri?

JAWAPAN 7 : Jawap kepada mereka (kafir) dengan tegas.. BUKAN!!. Adakah Muhammad yang gila seks itu akan berkahwin dengan Khadijah yang berumur 40 tahun ketika mana umurnya masih 25 tahun.. Dan dapat bertahan sehingga umur Khadijah itu 60 tahun tanpa berkahwin dengan wanita selama tempoh itu.. Malah selepas Khadijah meninggal pada umur 60 tahun Muhammad menduda selama 2 tahun. Adakah seorang yang gila seks masih dapat bertahan dengan wanita tua dan boleh menduda selama 2 tahun? Muhammad hanya berkahwin selepas itu sekadar membantu yang diperlukan, sebagai salah satu bentuk strategi diplomasi, menunjukkan toleransi Islam dan untuk pengetahuan Muhammad berkahwin dengan janda sementara hanya seorang sahaja anak dara (Aisyah). Tanya kepada orang kafir itu adakah seorang yang gila seks akan kahwin dengan janda yang berumur dan seorang sahaja anak dara selama 63 tahun hayatnya..
-------------------------------------------------------------------------------------------------

[Diharap saudaraku Muslim mengupayakan untuk lebih mendalami isu-isu ini agar lebih mantap dalam menjelaskan kepada saudara-saudara kita diluar Islam... Biarlah kebenaran itu terserlah tanpa basa-basi dan hujjah yang tidak logik dan terkeluar dari ajaran Islam yang murni.

Semoga entri ini bermanfaat untuk semua saudara-saudaraku Muslimin sekalian. Marilah sama-sama memanfaatkannya.]

--------------------------------------------------------------------------------------------------


-------------------------
Alfaqiir - Abu Miftah
-------------------------

Dibalik Hangatnya Berita Nordin M Top?

Nordin M Top & Dr. Azahari - Abdullah Sungkar & Abu Bakar Ba'asyir?


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dua gembong teroris asal Malaysia, Doktor Azahari dan Noordin M Top, banyak menggelar aksi teror di Indonesia. Belum ada catatan yang menyebutkan keduanya akan mengebom negerinya sendiri. Tetapi, hal itu dibantah pemerintah Malaysia.

"Itu tidak benar, hanya beberapa orang saja," kata Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datok Zainal Abidin Zain saat berpamitan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Agustus 2009.

Malah, Datok Zainal mengingatkan warga Indonesia siapa sebenarnya guru dari dua teroris itu. "Mungkin kamu lupa, yang mengajarkan mereka itu adalah Abdullah Sungkar dan Ba'asyir," ujar duta besar yang masa tugasnya sudah habis ini.

Sekadar informasi, sarang Jamaah Islamiyah di Malaysia berada di Pesantren Luqmanul Hakiem, Johor. Pondok ini muncul pada 1992. Didirikan oleh Abdullah Sungkar, tokoh dari Pesantren Ngruki, Jawa Tengah.

Mukhlas alias Ali Ghufron --juga dari Pondok Ngruki-- ditunjuk memimpin pondok Luqmanul Hakiem. Materi pendidikan di sini meniru Pesantren Ngruki yang didirikan Abubakar Ba'asyir.

Tokoh terorisme seperti Hambali, Mukhlas, Amrozi, Ali Imron, Zulkarnaen, Faturrahman al-Ghozi, Dulmatin, Imam Samudra, dan Azhari Husni berada di JI. Setidaknya di sini pernah belajar 350 santri.

Adapun Noordin, mulai datang ke Luqmanul Hakiem sejak 1995. Waktu itu dia masih mahasiswa Universiti Teknologi Malaysia yang mengidolakan pentolan Al-Qaedah. Belakangan dia juga ikut belajar di sini, hingga kemudian menjadi guru.

Pada 1998, Luqmanul Hakiem memerlukan warga negara Malaysia untuk menjadi kepala sekolah, Noordin lah orang yang ditunjuk. Tetapi operasional pondok tetap dikendalikan Mukhlas. Namun, pemerintah Malaysia tak menerima kehadiran JI. Bahkan, pada 2001 aparat keamanan di sana menguber-uber anggota JI. Akhirnya usia Luqmanul Hakiem tamat awal 2002.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Blog Berita Indonesia - http://reposaja.blogspot.com/malaysia-siapa-guru-azahari-nordin-m.html
-------------------------------------------------------------------------------------------------

"Hukum Merayakan Perayaan Kaum Bukan Islam"


- HUKUM MERAYAKAN PERAYAAN AGAMA LAIN -

Mengucap tahniah kepada kaum bukan Islam sempena hari-hari kebesaran agama mereka seperti hari Krismas, Deepavali, Thaipusam dan sebagainya, termasuk antara masalah furu' (cabang) dalam akidah Islam yang diperselisihkan antara ulama pada zaman ini. Perselisihan pendapat antara ulama mengenai hukum itu, pada berpunca daripada tasawwur yang kurang jelas terhadap maksud ucapan selamat hari-hari kebesaran kaum Islam yang dikemukakan itu.

Jika maksud pengucapan itu adalah ikut serta berhari raya, merelai kekufuran kaum bukan Islam dan berkasih sayang dengan mereka atas nama agama, maka sememangnya haram dan sama sekali tidak boleh dilakukan. Jika maksud ucapan selamat hari-hari kebesaran kaum bukan Islam itu tidak lebih daripada hanya ikut bercuti pada hari itu, membalas ucapan selamat Hari Raya yang diucapkan terdahulu, atau hanya memperlihatkan rasa senang hati dengan kegembiraan mereka berhari raya, maka pengucapan seumpama ini tidak termasuk dalam hal-hal akidah yang sekali gus menunjukkan rela hati terhadap agama dan kepercayaan mereka.

Meneliti beberapa fatwa yang dipamerkan melalui laman-laman web, seperti Islam-Online.net, Islam.qa.net. Islamweb dan lain-lain, didapati beberapa ulama terkemuka di dunia Islam kini turut memfatwakan hukum merayakan hari-hari kebesaran kaum-kaum bukan Islam. Antara mereka yang mengeluarkan fatwa dan pendapat ialah:

1.Muhammad Saleh al-Munajjid

Seorang ulama dan ahli majlis fatwa kerajaan Arab Saudi. Beliau berpendapat hukum mengucap tahniah kepada bukan Islam pada hari-hari kebesaran mereka seperti hari Krismas dan sebagainya adalah haram dan bertentangan asas-asas akidah Islam. Alasan beliau ialah:

Pertama: Hari perayaan agama kaum bukan Islam pada hakikatnya adalah syiar agama mereka. Umat Islam disuruh supaya tidak meniru syiar dan budaya kaum bukan Islam. Dalam sebuah hadis Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud: Barang siapa meniru syiar sesuatu kaum (bukan Islam), maka ia daripada golongan mereka - (riwayat Abu Dawud bilangan 4031. Musnad Ahmad Ibn Hanbal, bilangan 5093).

Kedua: Dalam suatu kaedah, ulama Islam telah mengambil ketetapan iaitu merelai kekufuran adalah kufur. Ikut serta berhari raya dengan kaum bukan Islam, serta mengucap tahniah dan selamat Hari Raya kepada mereka, adalah antara tanda kerelaan hati terhadap kekufuran seseorang. Islam menolak sekeras-kerasnya sikap itu.

Ketiga: Umat Islam dikehendaki bersikap benci terhadap kaum bukan Islam. Mereka wajib mencintai hanya kepada orang mukmin. Sikap ini disebutkan dalam salah satu judul Sahih al-Bukhari iaitu al-Hub fi'llah wa al-bughd fi'llah min al-iman (antara ciri iman ialah cinta dan benci kepada Allah). Inilah juga sikap yang wajib diteladani pada nabi Muhammad s.a.w., iaitu berkeras dengan bukan Islam dan berkasih sayang sesama mukmin (surah al-Fatah: ayat 29).

Sebagai kesimpulan, mengucap tahniah kepada kaum bukan Islam pada hari-hari kebesaran mereka adalah suatu bentuk kasih sayang dan merelai kekufuran mereka. Keadaannya sama dengan merelai berlakunya kejadian-kejadian maksiat dan dosa-dosa seperti zina, minum arak dan sebagainya.

2. Dr. Yusuf al-Qaradawi

Berpendapat: Jika kaum bukan Islam memulakan ucapan selamat Hari Raya mereka kepada kita, maka kita juga harus membalas ucapan yang serupa kepada mereka, kerana ini tidak lebih daripada hanya mewujudkan rasa simpati antara satu sama lain. Ia tidak bermakna bahawa kita telah merelakan agama dan kepercayaan terhadap Isa Maryam sebagai Tuhan dan lain-lain pemujaan.

Al-Qaradawi memberi beberapa alasan, antaranya: Islam tidak melarang kita berbuat baik terhadap ahli kitab yang tidak bermusuh dengan kita. Kita harus berbuat baik kepada mereka, sebagaimana mereka berbuat baik kepada kita. Ayat 8 dalam surah al-Mumtahanah yang dikemukakan terdahulu dijadikan hujah.

Menurut al-Qaradawi lagi, bidang-bidang kerjasama antara Islam dan bukan Islam seperti bidang teknikal, ketukangan dan lain-lain masih terbuka. Bahkan Nabi s.a.w. pernah menggunakan kepakaran seorang Yahudi bernama Abdullah Ibn Urayqit sebagai penunjuk jalan ketika baginda berhijrah ke Madinah.

Peranan Abdullah ini sangat besar, ada kemungkinan jika dia berniat jahat pada ketika itu, kesannya boleh menggagalkan strategi hijrah atau jika dia mengambil kesempatan menipu, maka sudah pasti kesannya sangat buruk kepada Islam dan dakwah, namun baginda tetap menggunakan juga khidmat kepakaran Yahudi yang bukan Islam itu.

Sebagai kesimpulan, Dr. Yusuf al-Qaradawi berpendapat harus bagi kita mengucapkan tahniah dan selamat Hari Raya seperti hari Krismas kepada kaum bukan Islam pada hari-hari kebesaran mereka, kerana Islam tidak menutup hubungan antara dua kaum yang berlainan agama dan kepercayaan ini.

Setelah mempertimbangkan antara dua fatwa yang dikeluarkan oleh al-Munajjid dan al-Qaradawi di atas, kesimpulannya, individu kafir yang dengan terang-terang memusuhi Islam dan umatnya, tidak harus diwujudkan sebarang hubungan pada hari-hari perayaan mereka,sekalipun mereka terdiri daripada ahli kitab.

Sebaliknya kafir yang setia kepada kerajaan Islam, seperti kaum-kaum bukan Islam yang tinggal di Malaysia, jika mereka telah menunjukkan kesetiaan yang baik kepada negara, memberi sumbangan ke arah keharmonian antara kaum serta hormat-menghormati antara kaum, terutamanya dengan masyarakat Islam, maka tiada salahnya kita berkongsi raya dengan mereka dalam hal-hal yang tidak berkaitan akidah dan tidak menyentuh kesucian Islam.

Wassalam - Abu Miftah

Isnin, 10 Ogos 2009

Prajurit Muslim Dalam Pasukan Amerika....

BEGINILAH.... APA PANDANGAN ANDA?




Meet Kolonel Douglas Burpee, seorang perwira angkatan laut Amerika Serikat yang telah 23 tahun menjalankan profesinya di bidang militer, Kolonel Burpee baru-baru ini kembali dari tugas nya dari Afghanistan.

“Semua orang sudah mengetahui bahwa saya adalah seorang Muslim,” ujarnya, ketika saya melakukan kewajiban saya sebagai seorang prajurit, saya selalu memakai kalung dengan kalimat dari Al-Qur’an. Dia berkata. “Saya hanya mencoba untuk bisa memberi contoh yang baik berdasarkan apa yang saya percayai…saya bisa menjadi seorang prajurit dan seorang Muslim pada saat yang bersamaan. Saya tidak mempunyai masalah dengan itu.”

Berdasarkan data dari Departmen Pertahanan Amerika Serikat. Dari 1,4 juta prajurit di militer Amerika, diperkirakan ada sekitar 3.700 yang beragama Islam ( Muslim ).



Perjalanan Kolonel Burpee menemukan cahaya Islam sangatlah unik, dia menjadi seeorang muallaf ketika umurnya 19 tahun dengan alasan yang ’sangat amerika’ : “Saya bertemu dengan seorang gadis cantik” - Seorang wanita bernama Hala yang merupakan seorang mahasiswa Southern California University. Tiga tahun kemudian dia diterima di sokolah ‘Officers Candidates School’ di Quantico. Sekarang dia dan Hala mempunyai 5 orang anak dan tinggal di Glendale, Calif.

Kolonel Burpee sangatlah tersinggung pada ulah para teroris yang membunuh orang-orang yang tidak bersalah lalu mengatasnamakan agama. “Perang ini adalah perang terhadap teror, bukan Islam. Perang ini adalah perang menghadapi para kriminal yang memakai kedok agama agar publik mempunyai simpati pada mereka, tetapi kenyataannya adalah perbuatan mereka sama saja dengan ulah para mafia. Mereka hanyalah para pelaku kriminal biasa, dengan banyak catatan kriminal … sangatlah membanggakan bagi saya untuk menggunakan keahlian yang saya telah dapatkan untuk melawan orang-orang yang berusaha membunuh kita dan yang mencoba memberikan gambaran / interpretasi yang salah mengenai agama yang saya anut / percayai.”

Mengenai keterlibatannya dalam perang di Irak, dia berujar, “Kami disini bukan untuk memerangi Islam, tetapi untuk menyebarkan demokrasi. Saya merasa sangat malu untuk orang-orang seperti Osama Bin Laden yang memakai kedok agama dan jihad. Melawan orang yang mencoba menolong anda bukanlah jihad, dan saya percaya kami telah menolong banyak orang di Irak. Saya pribadi telah menolong lebih banyak orang di Irak dibandingkan dengan yang pernah saya tolong sebagai seorang prajurit”.

Keluarga saya pertama kali datang kesini beberapa puluh tahun yang lalu, dan mereka sangat tertekan di negaranya lalu datang ke Amerika karena di negara ini mengizinkan mereka untuk menjalani agama yang mereka percayai dan hidup dalam kebebasan. Itulah alasan yang sama bagi para Muslim dari luar Amerika yang telah datang ke Amerika.

Sumber : http://kaskus.us

Paderi peluk Islam di Rusia

PADERI PELUK ISLAM DI RUSIA

SATU IMBASAN SEMULA....


Friday, 20 February 2009

ISLAM di benua sebesar Rusia masih diselubungi misteri bak kabus yang sangat tebal. Ini apabila jumlah sebenar mereka yang menganut Islam di benua itu tidak ada dalam data yang tepat dan terkini.

Pakar mengenai agama itu, The Russian Islamogist, Roman Silantvev berkata, terdapat khabar angin yang tersebar luas mengatakan sehingga kini terdapat hampir 20 juta penduduk Rusia merupakan penganut Islam.

"Ternyata khabar angin itu tidak realistik," katanya dalam satu kenyataan yang disiarkan oleh agensi berita Rusia, Interfax dua tahun lalu.

Menurutnya, jumlah penduduk Islam mengikut etnik-etnik yang ada di benua itu dikatakan seramai 14.5 juta sahaja. Namun jumlah sebenar dikatakan kurang iaitu terdapat 7 hingga 9 juta orang sahaja yang beragama Islam.

"Satu lagi khabar angin popular yang juga tidak benar, yang mengatakan etnik Rusia terutamanya yang menganut Yahudi dan Kristian semakin ramai yang memeluk Islam pada hari ini.

"Sedangkan yang berlaku sejak 15 tahun lalu sehingga kini, dilaporkan hanya seramai 3,000 orang sahaja yang memeluk Islam, iaitu satu jumlah tidak memberikan makna dan signifikan yang besar," jelasnya.

Namun selepas dirujuk pada lama web ensiklopedia percuma di Internet Wikipedia, Islam dikatakan agama kedua yang paling ramai dianuti di Persekutuan Rusia. Dianggarkan kini terdapat seramai 20 juta penduduknya merupakan penganut Islam. Ia adalah pertambahan hampir 40 peratus sejak 15 tahun lalu dengan 6 juta dari mereka terdiri daripada penduduk asal yang beragama Islam.

Namun Silantvev perlu menerima hakikat sekalipun jumlah tidak menjanjikan signifikan tetapi bagaimana seorang yang bertaraf paderi besar dari gereja utama di negara itu akhirnya memeluk Islam?

Pada tahun 1999, berita pengislaman bekas Paderi Gereja Ortodoks Rusia, Viacheslav Sergeevich Polosin, 53, yang juga pengerusi jawatankuasa Committee of the Supreme Soviet on Freedom of Conscience bagaikan satu sinar yang memecahkan kabus itu.

Namun Polosin dituduh mengalami masalah psikologi akibat tekanan politik apabila dikatakan meninggalkan agama Kristian itu.

Jika Polosin menukar mazhab dari Ortodoks kepada Prostestan, mungkin masih boleh dimaafkan tetapi kini dengan nama baru iaitu Ali, bagaimana ini dapat diterima oleh masyarakat Kristian?

"Sedari kecil saya percaya mengenai kewujudan tuhan sehinggalah melanjutkan pelajaran ke universiti. Barulah saya mengenali mengenai agama iaitu Kristian diikuti mengunjungi gereja bagi saya mengenali lebih lanjut mengenai Kristian, sesuatu yang tidak saya temui ketika menghadiri kelas pengajian falsafah di universiti," katanya.

Perkara ini bukan sesuatu yang pelik apabila Rusia berkiblatkan komunisme sebagai dasar pemerintahan dan peraturan kehidupan. Perkara mengenai agama tentunya sesuatu yang sangat asing.

Walaupun segala ajaran mengenai Kristian boleh dipetik bagaikan di hujung jarinya, namun bekas paderi itu mengakui Islam merupakan jalan yang paling lurus (the straight path) menuju kebenaran.

"Dalam Kristian 'jalan lurus' itu juga disebut beberapa kali dalam Kitab Perjanjian Lama.

"Dalam kitab itu diceritakan apabila Raja (King David) yang melalui jalan yang permukaannya berbatu-batu di daerah berbukit Palestin, maka pembantu baginda bertindak membersihkan jalan itu dan turut memastikan bahawa 'jalan itu lurus'.

"Ini diikuti nabi John the Forerunner yang mengajak semua supaya mengakui ketuhanan Jesus sebagai 'jalan yang lurus' dengan meninggalkan kepercayaan karut yang dianuti sebelum ini," katanya.

'Jalan lurus'

Namun kata Polosin, 'jalan lurus' menurut al-Quran adalah yang paling benar. Kehidupan manusia merupakan satu perjalanan lurus menuju kepada Allah tanpa perlu melalui mana-mana orang tengah atau wakil mahupun sebarang objek penyembahan.

"Nabi Isa sendiri dalam ajaran baginda yang sebenar mahukan manusia memalingkan muka mereka kepada satu-satunya Tuhan (to 'thou', 'Abba, Father') bukannya diri baginda sebagai tuhan seperti mana yang berlaku dalam ajaran itu kini," katanya.

Polosin mengakui bahawa memeluk Islam di sebuah negara seperti Rusia tidak dilihat sebagai satu perbuatan yang dapat diterima.

"Tetapi isunya kini, bukan sangat kerana memeluk satu ajaran baru tetapi satu pengakuan kepada satu ajaran kepada percaya tuhan yang satu secara lebih tegas. Kepercayaan saya kepada Tuhan tidak pernah berubah cuma menjadi lebih kuat, itu sahaja," ujarnya.

Untuk Polosin mengakui keesaan Allah merupakan hasil dari satu perjalanan yang cukup panjang beliau berusaha sedapat boleh untuk mengenali Islam dari apa juga aspek. Sedari soal ketuhanan sehinggalah kepada sosial, politik dan hari pembalasan.

"Saya mengkaji hampir kesemua penulisan buku terutama sejarah Kristian dan Islam dari ramai penulis termasuk ahli falsafah terkenal Perancis, Rene Genon yang turut memeluk Islam.

"Prosesnya cukup panjang kerana Islam bagi saya merupakan satu transisi atau peningkatan kepercayaan yang lebih berkualiti dan menjadi satu peringkat baru yang perlu saya lalui," kata Polosin yang turut menganggap perbincangan bersama seorang tokoh Islam Rusia, Murad Zargishiev memberikan pengaruh besar dalam hidupnya.

Ditanya sama ada bekas paderi itu kini sudah tidak mempercayai Nabi Isa sebagai Al Masih (penyelamat), Polosin menjelaskan bahawa beliau tetap mempercayai baginda.

"Nabi Isa sebagaimana yang dikisahkan dalam Perjanjian Lama (Injil) diterima sebagaimana diceritakan sedangkan ketepatan atau kebenaran mengenai teks Kitab itu sendiri tidak dapat ditentukan kesahihannya.

"Berbanding dengan al-Quran disebutkan baginda merupakan seorang nabi. Seorang yang benar dengan dikurniakan Allah dengan kebolehan yang ajaib dan adalah benar baginda seorang Penyelamat kerana itu baginda digelar Al Masih (Messiah)," katanya.

Nabi Isa

Polosin menjelaskan doktrin mengenai ketuhanan Nabi Isa hanya muncul pada abad ke-4 selepas Masihi (kelahiran Nabi Isa) dan dijadikan satu dogma agama yang rasmi pada abad ke 5 (SM). Namun, untuk beberapa abad sebelum itu penganut Kristian tidak pula mengakui bahawa Nabi Isa itu tuhan.

Hasil kajian mendalam, Polosin menyedari Islam bukanlah tunas baru yang lahir dari Kristian tetapi satu reformasi kedua yang paling hebat berlaku selepas agama nabi Ibrahim, Hanif.

"Nabi Isa pula membawa misi kebenaran bagi membersihkan amalan-amalan pagan yang dilakukan oleh kaumnya. Namun sesetengah pengikut tidak mahu mengikut baginda malah merancang untuk membunuhnya pula.

"Mereka ini yang kemudiannya melahirkan agama Yahudi menyebabkan Islam lahir bagi membawa seluruh manusia ke jalan yang benar dengan cara hidup berlandaskan al-Quran dan Sunnah Nabi," katanya.

Mengenai peralihan dari kepercayaan Trinity yang menjadi asas kuat kepada dogma ajaran Kristian Ortodoks, Polosin berkata, pengikut ajaran itu sebenarnya tidak mengetahui hakikat kewujudan Allah yang mereka sangkakan mesti dalam 'bentuk' sesuatu.

"Mereka tidak mengetahui mengenai bentuk tuhan itu tetapi pengikut Kristian tanpa dapat membezakan antara yang benar dan salah, lalu mengambil seseorang sebagai bukti bahawa tuhan itu benar-benar 'wujud.'

"Sedangkan manusia tidak akan mampu menerima 'penjelmaan' itu menyebabkan tuhan tidak lagi satu malah dua atau lebih yang tentunya bukan satu lambang kekuasaan dan keesaan-Nya," ujarnya yang mengkaji dari zaman Greek Lama mengenai penciptaan Kitab Perjanjian Lama dan langsung dibandingkan dengan isi kandungan al-Quran.

Beliau tidak menafikan sewaktu bergelar paderi besar itu berlaku pembersihan rohani yang menimbulkan terlalu banyak keraguan di dalam hati sehingga menyebabkan beliau memikirkan semula apa yang telah beliau ketahui dan lalui.

Pengakuan keislaman beliau diakui tidak dapat diterima oleh pelbagai pihak malah sebagai yang begitu 'alim' dalam ajaran Kristian. Mungkinkah terdapat motif lain yang terselindung?

Sumber asal - http://www.utusan.com.my