Selasa, 20 September 2011

Rindu Berblog Lagi..

Assalaamu`alaikum wtb.
Salam Merdeka...

Rasanya sudah lama benar tidak menulis diblog ini. Payah rupanya istiqomah dengan usaha yang satu ini. Kalau diibaratkan rumah, blog ini sudah usang dan berdebu penuh dengan `sawong` @ `tongkulawa`. Begitulah kita, kekadang terampil tapi lebih kerap bermenung dan berfikir agak panjang, walhal masa tetap jua berlalu pergi.

Lama tidak berblog atas banyak sebab dan ada diantara sebab-sebab itu tidak munasabah bagi blogger tegar. Kebetulan, Abu Miftah juga bukanlah blogger yang tegar. Cuma sesekali, untuk memahirkan diri dalam dunia maya seumpama ini. Namun, kerapkali lebih bersifat musim. Hehe macam musim buah-buahan. Pabila datang musimnya, siapa pun tidak boleh dan tidak dapat mencegahnya - berputik, berbunga, berbuah lalu masak ranum dan akhirnya dinikmati keenakannya pula oleh kita semua. Setelah itu, sampai pula musim buahnya habis, dedaunan layur rontok ke bawah... itulah namanya musim atau rotasi.

InsyaAllah - mudah-mudahan ALLAH SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang sentiasa memberikan kita semua kesihatan dan ke'afiatan yang memungkinkan kita mampu melakukan sesuatu yang terbaik mengikut prosesnya. Kehidupan ini adalah rangkaian sebuah proses dan sekaligus kelangsungan yang wajib kita jalani dengan sebaiknya sebagai 'Hamba' DAN 'Khalifah'.

Semoga hidup yang kita jalani seindah 'musim buah' tadi. Semuanya memiliki 'qadar' dan 'kunci' mutlak prosesnya adalah disisiNYA. Kita usahakanlah 'taklif-NYA' selayak mungkin sebagaimana taqdirNYA. Bak kata seorang teman Abu Miftah - "Untuk lebih mudah dan sempurna hidup kita ini, pelajari, hayati dan ikuti saja skrip-NYA. Wajib dan pasti lorong-lorong dan lebuh raya kehidupan kita pasti akan menuju kepada-NYA". Yaa... sememangnya begitulah idealnya.

Cuma, ingat... itulah ideal. Realisasinya belum tentu semudah itu. Hidup ini bukan mudah, tapi tidak juga sesukar yang kita bayangkan. Ingatlah pesan hukama - "Ketika kita lahir ke dunia dahulu, kita memulakan 'nafas' yang pertama dengan tangisan, padahal orang-orang disekeliling kita gembira tertawa ria. Maka, bilamana kita menutup hayat kita dengan 'nafas' yang terakhir kelak, pastikan kita senyum redha, sedangkan dikala itu orang pula menangisi 'rehlah' kita.

Mulailah dengan baik, bahkan dengan yang terbaik. Namun, yang paling penting dan mustahak adalah mengakhiri dengan baik dan bahkan yang terbaik.

Mari kita terjemahkan pesan Rasulullah SAW : "Sesungguhnya semua amal perbuatan adalah dinilai mengikut niatnya. Setiap orang dinilai dengan dasar niatnya..." (H.R BUKHARI & MUSLIM - dari Amiril Mu'minin - Umar Al-Khattab RA) - dan ini wajib jadi landasan hidup kita.

Jangan lupa pula pesan Rasulullah SAW yang lain : "Sesungguhnya ketentuan amalan adalah dengan yang terakhir -khotimah" (H.R BUKHARI - dari Sahl bin Saad al-Sa'idi RA).

Nah, secara sederhana tali-temali penghubung antara keduanya - permulaan & khotimah - ialah pada pesan Rasulullah SAW - Daripada Sufyan bin Abdullah al-Thaqafi, beliau berkata : Aku bertanya : "Wahai Rasulullah! Katakan padaku suatu kata-kata (pesan) yang tak perlu lagi aku bertanya kepada sesiapa mengenainya selepas engkau". Baginda bersabda : "Katakanlah - dengan sesungguhnya - : "Aku beriman dengan ALLAH", kemudian istiqomahlah (tetap teguh berpegang dengan keimanan dan keislaman yang betul" (H.R MUSLIM & AHMAD).

Pesan Rasulullah lagi : "Aku telah tinggalkan untuk kamu sesuatu yang jikalau semua berpegang teguh dengannya, nescaya sama sekali kamu tidak akan tersesat sepeninggalanku nanti selama-lamanya, iaitu : Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnahku" - dan itulah skrip-NYA.

Salam ukhwah & semoga ini bermanfaat...

Ustaz Abu Miftah
Reaksi:

1 ulasan:

  1. Asalam..ya ustaz..
    kadang2 mood menulis lebih bermakna apabila ada rasa rindu itu, rindu nak sampaikan pesan yang bermanfaat tuk semua, yakni apabila di baca akan meninggalkan kesan yang baik kepada sesiapa ja yg membaca. Sesuai dgn amalan agar kita berpesan-pesan.

    BalasPadam

Komentar Anda...

Nota: Hanya ahli blog ini sahaja yang boleh mencatat ulasan.