Khamis, 26 November 2009

Siapa Nostradamus?

By Ustaz Abu Miftah   Posted at  7:47 PG   Rahsia 1 comment



Siapakah Nostradamus?

[Klik sumber asal artikel - sini!]

Sebagian besar dari kita telah mendengar Nostradamus, dalam kapasitasnya sebagai peramal jitu. Tetapi dia juga seorang dokter yang mumpuni. Dia lulus dari Universitas Avignon dan Montpellier. Pada masanya, Ia lebih sebagai seorang dokter- Penyembuh sampar. Sebagian besar pengetahuan kita mengenai sosok Nostradamus berasal dari muridnya, Hean Aimes de Chavigny, yang menulis, Brief Discourse on the Life of M. Michael de Nostradamus, Formerly counsellor and Doctor in ordinary of the very Christian Kings, Henry II, Francis II, and Charles IX. Buku ini diterbitkan pada tahun 1596.

Nostradamus lahir pada tanggal 23 Desember 1503, dari sebuah keluarga berdarah Yahudi dari suku Issacher. Suku Issacher dikenal sebagai ahli dan akurat dalam hal pengamatan dan peramalan bulan, bintang dan benda-benda langit. Ayahnya, Jacques de Nostradame, tinggal di kota Saint Re'my di provinsi Provence dan membuka praktik sebagai notaris. Kakeknya dari pihak ibu, Jean de Saint Re'my adalah seorang dokter dan astrolog terkenal, yang mendidik Nostradamus dan mengajarinya bahasa Yunani, Latin, Agama Yahudi, Matematika, Botani (Ilmu tumbuh-tumbuhan), Astrologi dan Farmakologi.

Diketahui, Nostradamus memiliki 3 saudara laki-laki, Bertrand, Hector, dan Antoine; tidak banyak yang diketahui dari ketiga saudara Nostradamus ini.

Dari Masa awal muridnya, Nostradamus diberitakan menghabiskan sebagian besar waktunya di Perpustakaan. Dia sangat tertarik dengan ilmu nujum (mistik) dan praktik tenaga dalam (okultisme). Orang tuanya yang khawatir dengan keadaan ini mengirim Nostradamus ke Universitas Montpellier untuk mempelajari ilmu kedokteran. Dia tiba disana pada tahun 1922, usianya dikirakan mencapai 29 tahun. Tiga tahun kemudian dia menjadi dokter, yang disahkan oleh Uskup Montpellier pada tahun 1955. Dia hampir tidak dapat mendapatkan izin praktik ketika menyusul merebaknya wabah sampar.

Pada masa itu sampar begitu ganasnya, sehingga bintik-bintik hitam muncul pada tubuh korban yang terjangkit. Nostradamus dengan tanpa mengenal lelah berjuang untuk menyelamatkan ribuan nyawa. Chavigny mengklaim bahwa, berpijak pada teori sendiri, Nostradamus meracik tepung yang mampu memurnikan udara. Berita mengenai keberhasilan ini segera menyebar dan kota-kota lain memohon bantuannya. Nostradamus pun sibuk pulang-pergi kekota-kota. Kemudian, ketika wabah sampar lenyap, dia kembali ke Montpellier untuk mengajar mahasiswa-mahasiwa kedokteran yang lain. Pada tanggal 1513 dia menulis buku pertamanya mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan praktik tenaga dalam. Dia selalu menyarankan untuk menggunakan formula dan resep aneh serta menolak menggunakan baju sihir dari tujuh warna, yang biasa dikenakan oleh semua teman sejawaynya. Dari Montpellier dia pergi ke Narbonne dan mengikuti kursus yang diberikan oleh pakar alkemi Yahudi.

Topi khas dokter yang terlihat diatas kepalanya, yang hanya dua-duanya foto yang masih tersisa, merupakan penghargaan yang diberikan kepadanya di Montpellier.

Nostradamus meninggalkan Universitasnya lagi pada tahun 1539 dan pergi ke Bordeaux, La Rochelle dan Tolouse. Selama periode ini dia berhubungan dengan salah seorang yang terpelajar di Eropa-Julius Caesar Scaliger- yang menyurati Nostradamus, yang berbunyi bahwa dirinya telah banyak mendengar kabar mengenai Nostradamus, dia ingin sekali bisa bertemu Nostradamus, Nostradamus langsung memberikan jawaban. Dan datanglah undangan dari Scaliger, yang berisi permohonan untuk datang dan tinggal bersamanya di agen. Nostradamus menetap serta menikah disana dengan seorang gadis cantik bernama Adriela Loubejac. Ia dikaruniai seorang putra dan seorang putri. Tiga tahun setelah kelahiran putra-putrinya merupakan masa-masa kebahagian bagi dirinya. Tetapi kemudian muncullah malapetaka. Lagi-lagi sampar mewabah. Istri dan anaknya turut menjadi korban. Meskipun Ia berjuang mati-matian, Dia tetap saja tidak mampu menyelamatkan nyawa mereka. Setelah kejadian ini majikannya memecat Nostradamus. Siapakah yang memerlukan seorang dokter yang untuk menyelamatkan nyawa istri dan anaknya saja tidak kuasa ? sedangkan pada saat yang bersamaan saudara-saudara iparnya sibuk memperkarakan harta gono-gini istrinya ke pengadilan. Beberapa masalah lain pun muncul bertubi-tubi.



Dia berkelana tanpa tujuan 6 tahun berikutnya (1538-1544), selama periode penuh duka lara inilah, bakat indera keenamnya mulai menunjukkan kekuatannya. Muridnya, Chavigny, mengatakan bahwa pada suatu ketika, tatkala menyaksikan seorang anak muda dari keluarga rakyat jelata, Fellice Peretti, Nostradamus turun dari keledainya dan bersujud di hadapannya. Ketika ditanya mengapa dia melakukan hal ini, dia menjawab, "karena aku harus sujud dihadapan KesucianNya." orang-orangpun lebih terheran-heran. Semenjak itu, kejadian tersebut teringat kembali pada tahun 1985 ketika, si anak muda itu (belakangan dikenal sebagai Kardinal Monalto) menjadi Paus Sixtus V (Nostradamus sendiri telah lama meninggal dunia). Setelah kejadian itu, satu-persatu kejadian lain yang diramalkannya pun terbukti kebenarannya. Nama Nostradamus pun mulai dikenal oleh orang banyak.

Detik-detik kematian sang peramal jitu, Nostradamus
Masa belajar yang panjang telah menggerogoti tubuh Nostradamus dan dia menderita Gout (persendian bengkak dan nyeri) yang berkembang menjadi dropsy (gout berat). Pada tanggal 1 Juli 1566 tidak lama setelah bepergian ke Arles sebagai utusan Salon, Nostradamus memanggil sebuah Pendeta, sebagai saksi yang mendengar pengakuan terakhirnya dan mengucapkan do'a terakhir dibawah bimbingan sang Pendeta. Pada malam harinya, ia memberitahukan kepada asistennya yang selama sakit terus menemani dan merawatnya;

Kamu tidak akan menjumpaiku lagi pada saat terbitnya matahari esok...


Keesokannya dia ditemukan terbujur sekarat di atas lantai, pada posisi menyilang pada bangku yang biasa dia gunakan untuk naik dan turun dari tempat tidur. Sesuai pesannya sebelum meninggal, mayat Nostradamus pun dikuburkan dalam posisi berdiri, di dalam lubang pada dinding Gereja Cordeliers.

Dia hidup selama 62 tahun, 6 bulan dan 17 hari. Dia meninggal dunia di Salon pada tahun 1566. Generasi berikutnya tidak lagi mengusik ketenangannya. Anne Ponsarde Gemelle, berharap suaminya mendapat kebahagian abadi. Belakangan sisa-sisa mayatnya dipindahkan ke tempat yang lebih terhormat di dalam Gereja. Saat ini, makam Nostradamus ditempatkan di dalam Gereja St. Laurent.

Setelah kematiannya, puteranya Caesar, mencoba mengikuti jejak langkah ayahnya tetapi tidak membuahkan hasil. Dalam keputus-asaannya Caesar mengumumkan bahwa kota Vivarais akan ludes dilalap api, dan untuk memastikan bahwa ramalannya benar, dia membakarnya sendiri tetapi dia ditangkap dan dibunuh oleh pasukan Kerajaan.

Beberapa nama panggilan Nostradamus yang berkembang di masyarakat dunia dan pengagumnya;

Nostradomus, Nostrodamus, Nostradamas, Nostradamos, Nostradomas, Nastradamus, Nostradamous, Notradamus, Nostradomis, Nostradamis, Nostredamus, Nostadamus, Nostrodamas.

About the Author

Nulla sagittis convallis arcu. Sed sed nunc. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.
View all posts by: BT9

1 ulasan:

  1. Salam ziarah. Blog anda sgt menarik. Jemputlah dtg ke blog saya pula. Jom kita saling jadi follower? Buat MOU, OK? Thanks. Zuki (zukidin.blogspot.com)

    BalasPadam

Komentar Anda...

Nota: Hanya ahli blog ini sahaja yang boleh mencatat ulasan.

Back to top ↑
Connect with Us

What they says

© 2013 Jurnal I Abu Miftah. WP Mythemeshop Converted by Bloggertheme9
Blogger templates. Proudly Powered by Blogger.